Beberapa tahun yang lalu saat saya memulai untuk membuat blog satu yang terpikirkan oleh saya adalah bahwa blog akan saya jadikan sebagai sebuah media yang menampung segala macam pemikiran saya baik yang telah terpikirkan dan yang akan terpikirkan nantinya. Blog menjadi tempat saya menuangkan ide dan juga cerita tentang apa yang sedang saya alami baik secara mental belaka atau yang benar-benar hadir dalam kenyataan.
Blog adalah sarana saya untuk melakukan keterbukaan terhadap dunia luar, tempat saya menaruh sudut-pandang saya baik yang sama dengan masyarakat umum atau mungkin ada pandangan yang cenderung menyimpang. Blog adalah sebuah media untuk menulis dan merangkai kata, menjadikannya sebuah satu-kesatuan utuh yang merupakan pencerminan dari pemikiran saya.
Saya banyak menuangkan ide dalam blog saya ketimbang masalah harian saya, atau yang biasa kita kenal sebagai curahan hati. Visi, Misi dan juga Motivasi, mungkin ketiga hal tersebut yang banyak tercantum dalam blog saya, namun yang sekarang saya tanyakan adalah apakah kesemuanya sudah sangat jujur saya utarakan, atau masih banyak yang saya pendam dan sembunyikan dalam cara penulisan saya, saya pun sadara banyak sekali pembiasan yang saya lakukan dalam penulisan blog saya, hal ini sudah berlangsung selama beberapa tahun sejak blog ini pertama kali saya buat, atau ketika blog saya masih berada pada jejaring sosial yang digandrungi beberapa saat lalu.
Saya tidak pernah habis pikir tentang apa yang berikutnya saya tulis, ada tulisan yang memiliki kecenderungan bahwa saya hanya “asal menulis” saja dan tidak memiliki muatan yang cukup layak untuk ditampilkan, namun sekarang saya berpikir untuk menulis saja tak peduli apa itu “asal” atau memang memiliki muatan yang cukup untuk memberi pengetahuan kepada orang lain.
Kurang membaca mungkin menjadi salah satu penyebab kurangnya muatan pada hal yang saya tuliskan pada akhir-akhir ini, penyerapan terhadap ilmu pengetahuan yang mulai tersisih kesempatannya dengan pekerjaan yang sekarang saya jalani, atau ada kecenderungan sudah merasa sombongnya diri saya dan sudah merasa cukup dengan pengetahuan yang sekarang saya miliki sehingga saya menganggap bahwa sudah cukup apa yang saya miliki. Entah yang mana yang berlaku tapi saya menganggap yang pertama adalah alasannya.
Kecintaan saya terhadap Ilmu Psikologi masih juga belum luntur dan saya mengharapkan agar tidak pernah terjadi penurunan kadar kecintaan saya terhadap salah satu cabang keilmuan ini, masih banyak sekali buku yang ingin saya baca, masih banyak sekali segala sesuatu yang saya ingin ketahui dan kuasai. Ditemani dengan buku-buku politik dan juga filsafat yang selam ini juga mungkin sering saya lahap, namun rasanya masih kurang sekali apa yang saya ketahui. Masih banyak yang ingin saya capai, masih sangat banyak juga yang ingin saya lakukan.
Mencuri waktu saya pikir sering kali saya lakukan untuk dapat menikmati manisnya ilmu pengetahuan, bertemankan sebuah laptop tua dan jaringan internet sudah membuat diri saya merasa terlena dengan keadaan diluar saya, menjadi candu tersendiri yang membuat saya hilang dari realitas, ya, jelas mungkin saya ini sudah kecanduan internet.
Kecanduan internet pernah menjadi sebuah artikel saya beberapa waktu lalu, saya mengatakan dalam artikel tersebut bahwa manusia yang harus mengendalikan teknologi dan dirinya sendiri agar mereka dapat menciptakan keseimbangan dan juga keuntungan besar dari kemudahan yang kita miliki di jaman kita hidup sekarang ini. Mumpung (saya pikir), saya ini masih muda lebih baik saya isi dengan melakukan investasi dari leher ke atas, yaitu mengisi kepala saya dengan pengetahuan dan menyalakannya untuk diaplikasikan dalam kehidupan saya sehari-hari. Tidak ada yang salah selama kita masih mau untuk belajar, selama kita masih mau untuk berusaha, selama kita mau untuk melakukan yang terbaik dalam kehidupan kita.
Saya pikir kedepan ada baiknya kalau saya terus saja menulis, toh blog ini juga sebagai ruangan saya pribadi, terserah apakah ada yang membaca atau tidak ada yang membaca, tidak ada pengaharapan saya terhadap hal itu, yang saya inginkan hanya kebermanfaatan saya terhadap orang lain, kalau saya bermanfaat bagi orang lain berarti saya orang yang sehat, namun kalau saya merupakan orang yang merugikan bagi orang lain maka saya ini makhluk celaka. Namun dari semua itu setidaknya saya berbahagia hidup menjadi manusia yang berpikir bebas dan menjadi diri saya sendiri. Semoga saja saya bisa membaginya dengan orang lain.
Baca terusannya......
Blog adalah sarana saya untuk melakukan keterbukaan terhadap dunia luar, tempat saya menaruh sudut-pandang saya baik yang sama dengan masyarakat umum atau mungkin ada pandangan yang cenderung menyimpang. Blog adalah sebuah media untuk menulis dan merangkai kata, menjadikannya sebuah satu-kesatuan utuh yang merupakan pencerminan dari pemikiran saya.
Saya banyak menuangkan ide dalam blog saya ketimbang masalah harian saya, atau yang biasa kita kenal sebagai curahan hati. Visi, Misi dan juga Motivasi, mungkin ketiga hal tersebut yang banyak tercantum dalam blog saya, namun yang sekarang saya tanyakan adalah apakah kesemuanya sudah sangat jujur saya utarakan, atau masih banyak yang saya pendam dan sembunyikan dalam cara penulisan saya, saya pun sadara banyak sekali pembiasan yang saya lakukan dalam penulisan blog saya, hal ini sudah berlangsung selama beberapa tahun sejak blog ini pertama kali saya buat, atau ketika blog saya masih berada pada jejaring sosial yang digandrungi beberapa saat lalu.
Saya tidak pernah habis pikir tentang apa yang berikutnya saya tulis, ada tulisan yang memiliki kecenderungan bahwa saya hanya “asal menulis” saja dan tidak memiliki muatan yang cukup layak untuk ditampilkan, namun sekarang saya berpikir untuk menulis saja tak peduli apa itu “asal” atau memang memiliki muatan yang cukup untuk memberi pengetahuan kepada orang lain.
Kurang membaca mungkin menjadi salah satu penyebab kurangnya muatan pada hal yang saya tuliskan pada akhir-akhir ini, penyerapan terhadap ilmu pengetahuan yang mulai tersisih kesempatannya dengan pekerjaan yang sekarang saya jalani, atau ada kecenderungan sudah merasa sombongnya diri saya dan sudah merasa cukup dengan pengetahuan yang sekarang saya miliki sehingga saya menganggap bahwa sudah cukup apa yang saya miliki. Entah yang mana yang berlaku tapi saya menganggap yang pertama adalah alasannya.
Kecintaan saya terhadap Ilmu Psikologi masih juga belum luntur dan saya mengharapkan agar tidak pernah terjadi penurunan kadar kecintaan saya terhadap salah satu cabang keilmuan ini, masih banyak sekali buku yang ingin saya baca, masih banyak sekali segala sesuatu yang saya ingin ketahui dan kuasai. Ditemani dengan buku-buku politik dan juga filsafat yang selam ini juga mungkin sering saya lahap, namun rasanya masih kurang sekali apa yang saya ketahui. Masih banyak yang ingin saya capai, masih sangat banyak juga yang ingin saya lakukan.
Mencuri waktu saya pikir sering kali saya lakukan untuk dapat menikmati manisnya ilmu pengetahuan, bertemankan sebuah laptop tua dan jaringan internet sudah membuat diri saya merasa terlena dengan keadaan diluar saya, menjadi candu tersendiri yang membuat saya hilang dari realitas, ya, jelas mungkin saya ini sudah kecanduan internet.
Kecanduan internet pernah menjadi sebuah artikel saya beberapa waktu lalu, saya mengatakan dalam artikel tersebut bahwa manusia yang harus mengendalikan teknologi dan dirinya sendiri agar mereka dapat menciptakan keseimbangan dan juga keuntungan besar dari kemudahan yang kita miliki di jaman kita hidup sekarang ini. Mumpung (saya pikir), saya ini masih muda lebih baik saya isi dengan melakukan investasi dari leher ke atas, yaitu mengisi kepala saya dengan pengetahuan dan menyalakannya untuk diaplikasikan dalam kehidupan saya sehari-hari. Tidak ada yang salah selama kita masih mau untuk belajar, selama kita masih mau untuk berusaha, selama kita mau untuk melakukan yang terbaik dalam kehidupan kita.
Saya pikir kedepan ada baiknya kalau saya terus saja menulis, toh blog ini juga sebagai ruangan saya pribadi, terserah apakah ada yang membaca atau tidak ada yang membaca, tidak ada pengaharapan saya terhadap hal itu, yang saya inginkan hanya kebermanfaatan saya terhadap orang lain, kalau saya bermanfaat bagi orang lain berarti saya orang yang sehat, namun kalau saya merupakan orang yang merugikan bagi orang lain maka saya ini makhluk celaka. Namun dari semua itu setidaknya saya berbahagia hidup menjadi manusia yang berpikir bebas dan menjadi diri saya sendiri. Semoga saja saya bisa membaginya dengan orang lain.



